1.16.2011

Alun-alun bundar

Alun-alun bundar merupakan sebuah alun-alun atau tanah lapang di kota Malang yang di bagian tengahnya terdapat sebuah tugu dikelilingi kolam air bundar dengan tanaman teratai. Alun-alun ini terletak di depan gedung balai kota.

Tugu dan kolam teratai Tugu yang berada di bagian tengah alun-alun dibangun pada tahun 1945 walaupun masih berupa pondasi. Tugu ini pernah dihancurkan Belanda ketika mereka menguasai kota Malang . Pada tahun 1952 tugu ini dibangun kembali dan diresmikan oleh presiden Soekarno pada tanggal 20 Mei 1953. Alun-alun bundar merupakan markah tanah kota Malang selain bulevar Ijen.

Stadion Gajayana

Stadion Gajayana adalah sebuah stadion serbaguna yang terletak di Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Stadion Gajayana ini adalah salah satu Stadion tertua di Indonesia. Stadion ini mulai di bangun pada tahun 1924,dan selesai pada tahun 1926. Kemudian pada awal '90-an Gajayana di renovasi dan Kapasitasnya ditambah menjadi ± 17.000 . Di tahun 2007 kawasan Stadion Gajayana kembali dipugar dan diganti namanya menjadi MOG atau Malang Olympic Garden, dan baru rampung 2008. Stadion Gajayana yang baru berkapasitas ± 30.000 penonton. Stadion ini merupakan markas dua kesebelasan asal Malang, yakni Persema Malang dan Arema Malang.

1.13.2011

Rawon Dengkul di RM. Rawon Nguling

Rawon merupakan makanan khas dari jawa timur dengan berbumbu dasar kluwek yang menyebabkan warna kuah rawon menjadi hitam kelam. Di dalam kuah rawon terdapat irisan-irisan daging yang empuk karena terendam kuah rawon ketika di masak. Biasannya rawon disajikan dengan sambal dari cabe dan bawang, serta tauge pendek. Salah satu Rumah Makan yang menyediakan menu rawon adalah RM. Rawon Nguling ini berlokasi di Jl. KH. Zainul Arifin 62 Malang. Tampilan Rawon Nguling yang cenderung hitam kadang abu abu, sedikit berminyak dan panas, ditambah dengan sambalnya yang mantap. Huah, siapa yang tahan godaanya, makan Rawon panas di suasana dinginya Kota Malang. Pasti Muaknyus kalau kata Pak Bondan dalam acara Wisata Kuliner. Selain itu ada lauk-lauk pendampingnya seperti otak, tempe, paru, dan yang lainnya. Daging rawon nguling ini empuk banget, sehingga tak butuh waktu lama untuk mencerna ketika masih di mulut. Di sini juga ada menu unik yaitu Rawon Dengkul ( lutut sapi ) yang dimasak dalam kuah rawon. Rasanya makin mantab karena dengkulnya juga Lunak. Pilihan lainnya jg ada rawon iga sapi, rawon buntut, rawon paru, rawon lidah, rawon limpa, dan sebagainya. Semuanya diolah serba rawon.

1.12.2011

Angin kencang landa Kota Malang

Angin kencang disertai gerimis melanda Kota Malang. Angin kencang ini sudah terjadi sejak 2 hari.  Akibat tiupan angin kencang tersebut, sejumlah pohon tumbang dan ranting pohon berserakan di jalan jalan protokol di kota malang. Angin kencang berkecepatan lebih dari 30 km/jam menerbangkan atap rumah warga. Sebagian warga terlihat membenahi atap mereka dan membantu petugas menyingkirkan pohon yang tumbang.

1.10.2011

MONUMEN MELATI “KADET SUROPATI”



Tepat di poros Jl. Ijen terdapat monumen setinggi 7 meter dengan bunga melati di puncaknya. Monumen ini adalah bentuk penghargaan terhadap sekolah darurat awal pembentukan TKR, Tentara Keamanan Rakyat (sekarang TNI) di daerah, yang diberi nama Sekolah Tentara Divisi VIII, tahun 1946 nama Divisi VIII berganti nama menjadi Sekolah Tentara Divisi VII Suropati dengan simbol melati. Di Malang sekolah ini lebih dikenal dengan nama sekolah Kadet Malang, karena siswanya biasa disebut dengan kadet. Gagasan pendirian sekolah ini berawal dari Kepala Staf Operasi Divisi VIII, Mayor Mutakad Hurip setelah beliau pulang dari pertempuran di Surabaya yang pertama, sebelum meletus pertempuran kedua 10 November 1945. Pembukaannya diumumkan oleh Mayor Jenderal Imam Sujai selaku Komandan Divisi VIII pada awal bulan November 1945. Ditegaskan lulusan sekolah tentara Divisi VII Malang sama dan sederajat dengan akademi militer di Jogyakarta. Istilah ‘Perwira’ pengganti Opsir dan istilah ‘Taruna’ pengganti Kadet diakui Nasional terlahir dari Malang karena Kota Malang dalam bidang istilah bahasa memang selangkah lebih maju, hal ini dapat dilihat pada syair lagu mars kadet Malang yang berjudul ‘Mars Taruna Perwira’ (Moehkardi, 1979:192). Sekolah Tentara mula-mula menempati bekas gedung Meisjes HBS, beberapa bulan kemudian pindah ke gedung Eropees che Lagere School (Susteran Cor Jesu), dan setelah sekolah ini benar-benar tidak mampu menampung peminat, pindah ke bekas Asrama Marine Belanda di Jl. Andalas, komplek Angkatan Laut sampai tahun 1947.
Sumber: Dwi Cahyono

Gereja Kathedral Ijen

Rumah Makan Inggil di Malang

Jika anda merupakan orang yang gemar berwisata kuliner dan menyukai suasana tempo dulu, rasanya belum lengkap jika anda belum berkunjung ke Rumah Makan Inggil di Malang. Sebuah rumah makan yang tidak hanya menyajikan berbagai ragam makanan khas jawa saja, melainkan suasana yang disajikan pun cukup unik.















RUMAH MAKAN INGGIL
Jl. Gajah Mada No. 4 Malang (Komplek Tugu Malang)
Telp. +62 (0341) 332 110,+62 (0341) 712 026